Entri Populer

Sabtu, 10 Juli 2010

Mendengar dengan hati

Kalau mau diteruskan, mendengar dengan hati, menonton dengan hati, membaca dengan hati dan menjalankan dengan hati. Ya pasti nya mendengar memang pake kuping. Apa aja sich sebetulnya fakta-fakta itu? apa yang terjadi sebenar-benarnya, tanpa ada yang disembunyikan, tanpa ada yg dibohong'in tanpa ada yang direkayasa atau tanpa ada yang dipolitisir, dipelintir sedemikian rupa jadi berbeda. yaitu lah fakta. Jadi bukan soal benar atau salah, tetapi fakta yang terjadi yang harus diperhati'in supaya kita bisa menilai dengan hati. Hati yang bicara untuk memutuskan mana yang benar, mana yang tidak benar.

Kasus seru video porno atau mesum atau apa pun lah namanya, sang pelaku sich bisa bilang bukan atau menyangkal. walaupun akhirnya minta maaf ke publik. Awalnya kita dengar kita nonton, kalau kita nonton dan dengar dengan hati, kita udah bisa bikin kesimpulan sendiri. kalau sekarang minta maaf dan masih belum pengakuan, cobalah kita dengar dengan hati juga.....bisa buat kesimpulan sendiri.

So ketika seseorang teman atau siapapun, mengatakan A kemudian apalagi memastikan bahwa A yang pasti dilakukan untuk suatu yg bisa dikatakan etika, tetapi yang dilakukan adalah B, dan menjadi tidak benar menurut kita yang pernah denger omongannya. so cobalah dengar dengan hati....flasback pada saat mendengar pertama kali, apa kata hati kita? mungkin dalam hati berkata : ah masa sich? ooh hebat juga komitment nya? dlsb dll dech. sedikit meragukan atau memang setuju 100%? tanyakan hati, yang paling benar mana?

Kembali yg kita lihat fakta yang sebenarnya, ungkapkan atau lihatlah fakta yang terjadi. Lihatlah atau tontonlah dengan hati atau mendengar dengan hati. Tidak perlu menyalahkan atau membenarkan. Senyumlah...boleh sinis boleh tulus ....terserah.

Tidak ada komentar: