Entri Populer

Sabtu, 24 Juli 2010

Mendengar dengan hati (2)

Jum'at pagi yang cerah, walaupun jadwal keliatannya padat banget, saya menyempatkan diri untuk interview dengan seorang wanita pencari kerja. Masih muda, penampilan biasa aja, awalnya tampak tidak percaya diri dan tidak yakin akan kemampuan yang dimilikinya. sepintas saya pikir,ini buang-buang waktu saya aja.

Ternyata, dia baru aja menikah, dan yang tadinya memutuskan dan diputuskan oleh suaminya untuk tinggal aja di rumah, akhirnya berpikir untuk kembali kerja. Tampaknya bukan semata-mata kebutuhan ekonomi, tapi lebih dari itu butuh eksistensi untuk memanfaatkan apa yang dia punya buat bekerja. Upah hasil kerja, menurut pengakuannya, menjadi uangnya sendiri, karena suaminya sudah memenuhi kebutuhannya. Jadi katanya dia tetap menjadi tulang punggung keluarga. sebagai sulung dari 2 bersaudara, harus tetap menjadi andalan "keluarga" jadi setiap saat harus siap membantu orangtua-nya dengan kebutuhan mereka. Suaatu pemikiran yang asyik dan mulia juga, paling tidak, ngga mau merepotkan suami dengan kebutuhan tambahan untuk orangtuanya sekaligus bentuk dari erima kasih kepada orang tua.

Lepas dari itu, ada hal menarik lainnya, katanya pekerjaan dan bekerja di Jakarta selalu "under pressure". Jadi pada saat weekend sabtu minggu harus benar-benar libur supaya senin sampai jum'at udah siap lagi untuk mendapatkan pressure....oh ya. Mengapa banyak orang yang seperti itu ya? apa benar sedemikian berat bekerja sepanjang minggu, sehingga perlu rutin refreshing at all. Quality of Life? gimana yang kerja dari berangkat jam 6 pulang jam 10 malam? kalau kerjanya main main aja sehingga perlu menghabiskan waktu demikian lama untuk menyelesaikan pekerjaan bisa aja. Tapi yang menarik adalah sang wanita tadi harus menghabiskan weekend nya dengan jalan-jalan kemana aja, sekedar menikmati hal-hal yang tidak rutin, menghibur udara segar di luar jakarta, dan menarik juga, katanya ga perlu jauh-jauh, naik kereta ke bogor, makan di stasiun dan kembali ke jakarta sudah refreshing tersendiri. Menarik juga ya. Mancing di kolam ikan di pinggiran jakarta, good idea juga, atau jalan-jalan ke tempat yang selama ini jarang dilalui utk nambah pengetahuan wilayah...kalau salesman yang kerja dilapangan kayanya perlu juga.

Idea menarik dari sebuah wawancara dengan seseorang yang ternyata secara sederhana bisa menikmati hidup "quality of life" yang jauh-jauh lebih baik dari seseorang seperti saya. Inspiring....

Tidak ada komentar: