Sharing cerita yang saya dapat dari milis...jadi tulisan ini adalah copy paste dari milis yang juga tidak tahu sumbernya dari mana. Cerita yang sederhana tapi bagus banget, jadi sayang kalau tidak didokumentasi-kan dengan baik.
Seorang dokter yang bertugas di sebuah desa sedang berkeliling ke rumah warga lalu mampir di seorang petani, ia terkesan oleh kepandaian dan sikap ramah dari anak si petani yang menyambut kedatangannya. Usianya kira-kira 5th, sang dokter penasaran mengapa anak itu begitu ramah. Tak lama ia menemukan jawabannya, saat ibu anak itu tengah sibuk di dapur mencuci piring-piring dan perkakas dapur yang kotor, si anak datang kepadanya dengan membawa sebuah majalah
"Bu, apa yg sedang dilakukan pria dalam foto ini?" Tanyanya.
Sang dokter tersenyum kagum ketika melihat ibu anak itu segera mengeringkan tangannya, duduk di kursi, memangku anak itu dan menghabiskan waktu selama sepuluh menit untuk menerangkan serta menjawab berbagai pertanyaan buah hatinya.
Setelah anak itu beranjak pergi sang dokter menghampiri ibu itu dan berujar," 'kebanyakan ibu tidak mau diganggu saat ia sedang sibuk? Mengapa ibu tidak seperti itu?"
Dengan senyum si ibu menjawab," Saya masih bisa mencuci piring dan perkakas kotor itu selama sisa hidup saya, tetapi pertanyaan pertanyaan polos putra saya mungkin tidak akan terulang sepanjang hidup saya.
"JANGANLAH KITA SEBAGAI ORANG TUA MENJADI TERLALU SIBUK DENGAN PEKERJAAN, HOBI, HEWAN KESAYANGAN DAN LAIN-LAIN SAMPAI-SAMPAI BEGITU SEDIKIT BAHKAN....TIDAK ADA WAKTU TERSISA UNTUK BERCENGKRAMA, BERBICARA, BERMAIN BERSAMA DENGAN ANAK.
Jika anak menghampiri Anda dan ingin mengajak berbicara, sebaliknya "Hentikan" apapun yg sedang anda dilakukan dan jadilah pendengar yang baik bagi dia. Sadarlah bahwa mungkin itu tidak akan pernah datang lagi. Anda tahu bahwa anak Anda sedang tumbuh besar saat mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ada jawabannya :)
Entri Populer
-
Film bagus banget, menyentuh banget. Cerita seseorang yang mendedikasi kan hidupnya....apa ya tepatnya, seseorang yang menyerahkan hidupny...
-
Sebulan kurang satu hari Januari 2011 berlalu, selanjutnya harus lebih sukses. Judul manies di salah satu halaman Kompas mengenai resolusi ...
Minggu, 15 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
Katanya "business owner"
maksudnya omongannya business owner alias pemilik bisnis, yang jelas punya modal uang, pengetahuan ama ketrampilan kerja.
Alih-alih mikir. ternyata sudah 3x saya ngalamin yang namanya kerja ama business owner langsung. Lucunya semuanya pernah atau bahkan sering mengatakan hal yang sama.
Mau tauu?.....ke tiganya mengatakan dalam obrolan atau diskusi yang tidak formal tetapi abis meeting. Jadi hampir menjadi semacam curhat.
BUSINESS OWNER I
SKENARIO MEMANG MESTI DIBUAT - BUSINESS PLAN NOT ALWAYS DOCUMENTED
Business Owner I bilang...."sebetulnya ngapain saya repot-repot investasi sekian milyar kalu cuma bikin rugi aja, bagus uangnya saya deposito'kan saya ongkang-ongkang kaki santai bisa dapat bunga tanpa stress. Saya ngga perlu menggaji Anda semua, saya tidak stress dan Anda juga bisa kerja di tempat lain yang mungkin ga pake dimarah-marahin dan bikin stress juga. Tapi kan ga begitu, saya ini kan businessman."
"oh yaaa?....ga terlalu terkejut buat saya karena ya saya tahu beliau adalah orang kaya beneran, secara matematika omongannya bener 120%. ada bunga 20% karena waktu itu bunga deposito lagi tinggi2nya...hehehe.....Saya bilang selanjutnya...sabar pak, kita akan terus tumbuh karena nyatanya memang demikian"....katanya lagi..."wah kamu kaya pendeta aja, saya disuruh sabar". Akhirnya dia ganti pemain2nya, tetapi sayangnya atau sengaja dibuat malahan hasil salesnya tidak lebih baik dan terus merugi. Alhasil sampai kepada titik final keputusan beliau....sell this business!....dan saya dengar dijual semua aset tangibel dan intangibel. Hasilnya luar biasa karena saya ikut membangun bisnis ini dari awal mencari lokasi tanah sampai berdirinya bangunan dan operasional beberapa tahun. Saya bilang luar biasa, karena sehabis menjual, beliau membangun pabrik lainnya lagi dan memang membangun di core competence-nya beliau.
Ada 3 hal disini :
1. dibangun komunikasi yang sangat baik dan sekaligus manusiawi dan logik, bahwa harusnya saya sudah punya uang, ga perlu capek2 dan stress dan apalagi sampai merugi.
2. Dibangun komunikasi yang juga baik dan logik dengan menunjukkan bahwa perusahaan rugi. Memang perusahaan rugi, sehingga menjadi alasan yang baik utk dinyatakan pailit.
3. Sebenarnya inilah real businessman dan risktaker...karena pada waktu membangun bisnis sudah mendapatkan asset brand yg ternyata laku mahal sehingga pada waktu menjual kontribusi asset intangibel jauh lebih tinggi. Jadi disadari bahwa kerja keras dari orang-orang yg bekerja padanya membangun merek, dinilai rugi karena performance financial yang negatif. kemudian terpaksa di PHK dengan membayar kewajiban yg sesuai tetapi sudah tidak banyak orang lagi karena sudah dikomunikasikan dengan baik kalau perusahaan ini rugi dan tidak kondusif lagi.
BUSINESS OWNER II
PROSES ORIENTED
Pebisnis ke2 yg mau saya ceritakan disini....hampir serupa yang dikatakan di akhir sebuah meeting rutin...."kok kita belum mencapai hasil seperti yang kita targetkan, buat apa target dibuat kalau tidak pernah dicapai, target2 ini kan dari Anda semua? Anda yang membuat bukan saya, saya hanya tinggal menyetujui atau tidak setuju saja".......selanjutnya....."saya kan sebetulnya tidak perlu repot-repot kerja begini, saya bisa santai mengerjakan yang lain, atau fokus di bisnis saya yang lain yang sudah maju dan mengerjakan yang lebih besar, saya tidak perlu bisnis ini karena saya sudah cukup, ini semua untuk Anda semua".....
Very nice statement...karena komunikasi yang dibangun adalah komunikasi publik ideal dan mulai mengarah ke level yang lebih tinggi dari sekedar cari uang karena sudah bertindak mensejahterakan orang banyak dan berguna untuk orang lain. kalau stage nya adalah 1-8, ini sudah level 6, walaupun masih banyak level 5 nya yaitu cari atau butuh uang.
Saya bilang...."Bapak detached saja, menikmati main golf sepanjang hari, sesuka Bapak, kapan waktunya, and enjoy your time dengan keluarga" serahkan bisnis ini pada kami, atau percayakan dan delegate.
Nyatanya beliau berusaha setengah mati belajar dan coaching untuk yang namanya bisa mempercayakan dan mendelegasikan business-nya. Dan tampaknya usaha ini tidak mudah dan memang sulit jalannya karena banyak hal yang masih "hands-on" oleh pebisnis owner ini. Dan hampir sama dengan pebisnis I, begitu seringnya ganti pemain, yang mungkin malahan menyulitkan kemajuan bisnis. Tetapi mungkin hal inilah yang disenanginya. Selain dari inilah passion-nya dari pebisnis tersebut, dan emotional touch yang turut bermain disini yaitu pride atau kebanggaan bahwa bisnis dan brand atau produk ini adalah beliau yang membangun. Jadi nanti di batu nisan bisa ditulis..." RIP : Seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun bisnisnya yg sangat berguna bagi banyak orang"....karena produknya terkenal.
Ada beberapa hal dari pebisnis ini "
1. Proses oriented...menyenangi proses kerja dan mencintai proses, kurang pada result.
2. Idealisme yang baik dan untuk menjadi popular (populist) tetapi belum waktunya.
3. Emosi, feeling dan rasa memiliki yang tinggi. Pake hati, untuk pebisnis sering kali tidak perlu "hati"
BUSINESS OWNER III
PENGALAMAN PLUS NYALI
Pebisnis yang ketiga hampir sama yang dikatakan dan sama waktunya yaitu sehabis meeting dan curhat. Jadi pebisnis juga manusia, perlu teman cerita, perlu curhat. Yang jelas pebisnis ke3 sudah lebih berumur dari pebisnis pertama dan kedua. Yang beliau katakan adalah ....."sebenarnya saya tidak perlu melakukan lagi hal ini, saya bisa menikmati hidup saya, jalan-jalan dan tidak perlu capek-capek mengurusi ini itu. Istri saya sampai mengatakan bahwa saya ini cari gara-gara sendiri, bikin kerjaan yang bikin ga bisa tidur. Tetapi saya lakukan ini karena memang saya menyenangi pekerjaan ini memikir mencari solusi, dan saya bangun ini buat anak cucu saya...."
Beliau piawai dengan ilmu ilmu manajemen canggih dan tidak canggih alias konvensional dan feeling. karena pengalamannya yang kaya mengatur begitu banyak perusahaan di group usaha yang raksasa di republik ini.
Pengalaman beliau dipakai untuk membangun bisnis sekaligus untuk prove bahwa beliau mampu dan bisa membangun bisnis sendiri dan berhasil sama nantinya. Selain sering terganggu dengan ucapan temannya yang sangat berhasil di bisnis sendiri...jadi katanya "saya ini bodoh tetapi bisa membangun bisnis dan menjadi kaya sekali, kamu ini pintar dan bekerja sama orang, dan bisa kaya, tetapi bukan kaya sekali"....hahaha karena menurutnya ga mungkin orang profesional kerja bisa kaya kecuali pebisnis III ini.
Pebisnis ke3 ini menurut saya lebih realistis yaitu membangun bisnisnya untuk keluarganya. Jadi sering kali kita ditanya artinya loyal dan integritas, dan jawabannya sama seperti orang mengabdi ke negara, sampai dengan titik darah penghabisan saya dedikasikan waktu dan tenaga untuk perusahaan ini. omong kosong karena sebenarnya adalah butuh uang untuk dirinya dan keluarga. jadi loyalitas adalah untuk keluarga bukan untuk perusahaan. Itulah kenapa saya katakan lebih realistis karena cari uang untuk keluarga dan masih cari uang walaupun mungkin sudah cukup untuk bersenang menikmati hidup sampai akhir hayat. Sekaligus juga lebih sosial untuk menyampaikan idealismenya karena selalu dan sering mengatakan bahwa saya ingin membagi sebagian outlet ini untuk Anda yang bekerja, jadi nanti Anda tidak perlu bekerja lagi dengan orang lain.
kembali ada 3 hal yang saya ingin catat disini dari pebisnis ke 3 ini :
1. Realistis dalam mencapai tujuannya dan keinginannya sehingga tidak tampak stress dan realistis untuk menyerahkan atau delegate kepada profesional
2. Ada unsur semangat untuk proven kemampuan dan pengalamannya. Yes I can. dan demikian juga untuk orang yang bekerja pada beliau.
3. Cenderung bisa berhasil besar apabila pengalaman beliau ditunjang oleh passion yang sama dari anak2nya. karena bisnis ini untuk anak-anaknya.
Yang sangat jelas, ketiga pebisnis ini mengatakan hal-hal yang sama tetapi punya tujuan yang berbeda-beda. Hal-hal yang sama tersebut menunjukkan sisi-sisi humanisme dan kefrustasian seseorang pada saat kecewa atau belum mencapai hasil seperti yang diharapkan.
Sebagai orang tua atau bread winner kita juga sering mengatakan ke anak kita.....Papa ini kerja keras dari pagi sampai malam untuk kalian keluarga dan anak-anak papa yang papa sayangi.....Are you sure? check dech
Alih-alih mikir. ternyata sudah 3x saya ngalamin yang namanya kerja ama business owner langsung. Lucunya semuanya pernah atau bahkan sering mengatakan hal yang sama.
Mau tauu?.....ke tiganya mengatakan dalam obrolan atau diskusi yang tidak formal tetapi abis meeting. Jadi hampir menjadi semacam curhat.
BUSINESS OWNER I
SKENARIO MEMANG MESTI DIBUAT - BUSINESS PLAN NOT ALWAYS DOCUMENTED
Business Owner I bilang...."sebetulnya ngapain saya repot-repot investasi sekian milyar kalu cuma bikin rugi aja, bagus uangnya saya deposito'kan saya ongkang-ongkang kaki santai bisa dapat bunga tanpa stress. Saya ngga perlu menggaji Anda semua, saya tidak stress dan Anda juga bisa kerja di tempat lain yang mungkin ga pake dimarah-marahin dan bikin stress juga. Tapi kan ga begitu, saya ini kan businessman."
"oh yaaa?....ga terlalu terkejut buat saya karena ya saya tahu beliau adalah orang kaya beneran, secara matematika omongannya bener 120%. ada bunga 20% karena waktu itu bunga deposito lagi tinggi2nya...hehehe.....Saya bilang selanjutnya...sabar pak, kita akan terus tumbuh karena nyatanya memang demikian"....katanya lagi..."wah kamu kaya pendeta aja, saya disuruh sabar". Akhirnya dia ganti pemain2nya, tetapi sayangnya atau sengaja dibuat malahan hasil salesnya tidak lebih baik dan terus merugi. Alhasil sampai kepada titik final keputusan beliau....sell this business!....dan saya dengar dijual semua aset tangibel dan intangibel. Hasilnya luar biasa karena saya ikut membangun bisnis ini dari awal mencari lokasi tanah sampai berdirinya bangunan dan operasional beberapa tahun. Saya bilang luar biasa, karena sehabis menjual, beliau membangun pabrik lainnya lagi dan memang membangun di core competence-nya beliau.
Ada 3 hal disini :
1. dibangun komunikasi yang sangat baik dan sekaligus manusiawi dan logik, bahwa harusnya saya sudah punya uang, ga perlu capek2 dan stress dan apalagi sampai merugi.
2. Dibangun komunikasi yang juga baik dan logik dengan menunjukkan bahwa perusahaan rugi. Memang perusahaan rugi, sehingga menjadi alasan yang baik utk dinyatakan pailit.
3. Sebenarnya inilah real businessman dan risktaker...karena pada waktu membangun bisnis sudah mendapatkan asset brand yg ternyata laku mahal sehingga pada waktu menjual kontribusi asset intangibel jauh lebih tinggi. Jadi disadari bahwa kerja keras dari orang-orang yg bekerja padanya membangun merek, dinilai rugi karena performance financial yang negatif. kemudian terpaksa di PHK dengan membayar kewajiban yg sesuai tetapi sudah tidak banyak orang lagi karena sudah dikomunikasikan dengan baik kalau perusahaan ini rugi dan tidak kondusif lagi.
BUSINESS OWNER II
PROSES ORIENTED
Pebisnis ke2 yg mau saya ceritakan disini....hampir serupa yang dikatakan di akhir sebuah meeting rutin...."kok kita belum mencapai hasil seperti yang kita targetkan, buat apa target dibuat kalau tidak pernah dicapai, target2 ini kan dari Anda semua? Anda yang membuat bukan saya, saya hanya tinggal menyetujui atau tidak setuju saja".......selanjutnya....."saya kan sebetulnya tidak perlu repot-repot kerja begini, saya bisa santai mengerjakan yang lain, atau fokus di bisnis saya yang lain yang sudah maju dan mengerjakan yang lebih besar, saya tidak perlu bisnis ini karena saya sudah cukup, ini semua untuk Anda semua".....
Very nice statement...karena komunikasi yang dibangun adalah komunikasi publik ideal dan mulai mengarah ke level yang lebih tinggi dari sekedar cari uang karena sudah bertindak mensejahterakan orang banyak dan berguna untuk orang lain. kalau stage nya adalah 1-8, ini sudah level 6, walaupun masih banyak level 5 nya yaitu cari atau butuh uang.
Saya bilang...."Bapak detached saja, menikmati main golf sepanjang hari, sesuka Bapak, kapan waktunya, and enjoy your time dengan keluarga" serahkan bisnis ini pada kami, atau percayakan dan delegate.
Nyatanya beliau berusaha setengah mati belajar dan coaching untuk yang namanya bisa mempercayakan dan mendelegasikan business-nya. Dan tampaknya usaha ini tidak mudah dan memang sulit jalannya karena banyak hal yang masih "hands-on" oleh pebisnis owner ini. Dan hampir sama dengan pebisnis I, begitu seringnya ganti pemain, yang mungkin malahan menyulitkan kemajuan bisnis. Tetapi mungkin hal inilah yang disenanginya. Selain dari inilah passion-nya dari pebisnis tersebut, dan emotional touch yang turut bermain disini yaitu pride atau kebanggaan bahwa bisnis dan brand atau produk ini adalah beliau yang membangun. Jadi nanti di batu nisan bisa ditulis..." RIP : Seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun bisnisnya yg sangat berguna bagi banyak orang"....karena produknya terkenal.
Ada beberapa hal dari pebisnis ini "
1. Proses oriented...menyenangi proses kerja dan mencintai proses, kurang pada result.
2. Idealisme yang baik dan untuk menjadi popular (populist) tetapi belum waktunya.
3. Emosi, feeling dan rasa memiliki yang tinggi. Pake hati, untuk pebisnis sering kali tidak perlu "hati"
BUSINESS OWNER III
PENGALAMAN PLUS NYALI
Pebisnis yang ketiga hampir sama yang dikatakan dan sama waktunya yaitu sehabis meeting dan curhat. Jadi pebisnis juga manusia, perlu teman cerita, perlu curhat. Yang jelas pebisnis ke3 sudah lebih berumur dari pebisnis pertama dan kedua. Yang beliau katakan adalah ....."sebenarnya saya tidak perlu melakukan lagi hal ini, saya bisa menikmati hidup saya, jalan-jalan dan tidak perlu capek-capek mengurusi ini itu. Istri saya sampai mengatakan bahwa saya ini cari gara-gara sendiri, bikin kerjaan yang bikin ga bisa tidur. Tetapi saya lakukan ini karena memang saya menyenangi pekerjaan ini memikir mencari solusi, dan saya bangun ini buat anak cucu saya...."
Beliau piawai dengan ilmu ilmu manajemen canggih dan tidak canggih alias konvensional dan feeling. karena pengalamannya yang kaya mengatur begitu banyak perusahaan di group usaha yang raksasa di republik ini.
Pengalaman beliau dipakai untuk membangun bisnis sekaligus untuk prove bahwa beliau mampu dan bisa membangun bisnis sendiri dan berhasil sama nantinya. Selain sering terganggu dengan ucapan temannya yang sangat berhasil di bisnis sendiri...jadi katanya "saya ini bodoh tetapi bisa membangun bisnis dan menjadi kaya sekali, kamu ini pintar dan bekerja sama orang, dan bisa kaya, tetapi bukan kaya sekali"....hahaha karena menurutnya ga mungkin orang profesional kerja bisa kaya kecuali pebisnis III ini.
Pebisnis ke3 ini menurut saya lebih realistis yaitu membangun bisnisnya untuk keluarganya. Jadi sering kali kita ditanya artinya loyal dan integritas, dan jawabannya sama seperti orang mengabdi ke negara, sampai dengan titik darah penghabisan saya dedikasikan waktu dan tenaga untuk perusahaan ini. omong kosong karena sebenarnya adalah butuh uang untuk dirinya dan keluarga. jadi loyalitas adalah untuk keluarga bukan untuk perusahaan. Itulah kenapa saya katakan lebih realistis karena cari uang untuk keluarga dan masih cari uang walaupun mungkin sudah cukup untuk bersenang menikmati hidup sampai akhir hayat. Sekaligus juga lebih sosial untuk menyampaikan idealismenya karena selalu dan sering mengatakan bahwa saya ingin membagi sebagian outlet ini untuk Anda yang bekerja, jadi nanti Anda tidak perlu bekerja lagi dengan orang lain.
kembali ada 3 hal yang saya ingin catat disini dari pebisnis ke 3 ini :
1. Realistis dalam mencapai tujuannya dan keinginannya sehingga tidak tampak stress dan realistis untuk menyerahkan atau delegate kepada profesional
2. Ada unsur semangat untuk proven kemampuan dan pengalamannya. Yes I can. dan demikian juga untuk orang yang bekerja pada beliau.
3. Cenderung bisa berhasil besar apabila pengalaman beliau ditunjang oleh passion yang sama dari anak2nya. karena bisnis ini untuk anak-anaknya.
Yang sangat jelas, ketiga pebisnis ini mengatakan hal-hal yang sama tetapi punya tujuan yang berbeda-beda. Hal-hal yang sama tersebut menunjukkan sisi-sisi humanisme dan kefrustasian seseorang pada saat kecewa atau belum mencapai hasil seperti yang diharapkan.
Sebagai orang tua atau bread winner kita juga sering mengatakan ke anak kita.....Papa ini kerja keras dari pagi sampai malam untuk kalian keluarga dan anak-anak papa yang papa sayangi.....Are you sure? check dech
Minggu, 01 Mei 2011
DIAM
Kalau diam itu ternyata dalam keadaan tertentu sangat baik...ya laku'in aja. Malahan hemat energi kaya lampu ama iklan PLN aja...hemat energi.
Kadang kala kita dipaksa untuk mengikuti keadaan yang sebenarnya kita sudah tau kita harus kesana. Iya, udah tau kalu diam itu bisa lebih baik. dikasih mulut sich iya untuk ngomong, coba stop bicara apalagi mencela, coba bicara untuk memuji muji walaupun itu memuakan kalu terus menerus. Ya puji yang bener lah. ngga juga melebih-lebihkan, kalu cantik ya bilang cantik, kalu manis ya bilang teh nya manis. Kalu baik melakukan sesuatu walaupun hasilnya bukan sesuatu yang fantastis, ya katakanlah baik.
Sampai kapan diam?? Ambil nafas panjang, hembuskan panjang lebar biar luas. Pikir positifnya dan renungkan sejenak. ga perlu complicated banget, kalau perlu pergilah beli ice cream biar hati sejuk dan tenang setenang ice di kutub utara. tapi sehangat matahari pagi ..hatinya.
Kalau ini sudah kita dapatkan, pasti diam itu berakhir. Tetap tidak lupa untuk hal-hal positif di depan dan ke depan. Ga rugi kan. Ada waktunya kita dapatkan yang kita mau, dan ini bagian dari memperjuangkan yang kita mau.
Kadang kala kita dipaksa untuk mengikuti keadaan yang sebenarnya kita sudah tau kita harus kesana. Iya, udah tau kalu diam itu bisa lebih baik. dikasih mulut sich iya untuk ngomong, coba stop bicara apalagi mencela, coba bicara untuk memuji muji walaupun itu memuakan kalu terus menerus. Ya puji yang bener lah. ngga juga melebih-lebihkan, kalu cantik ya bilang cantik, kalu manis ya bilang teh nya manis. Kalu baik melakukan sesuatu walaupun hasilnya bukan sesuatu yang fantastis, ya katakanlah baik.
Sampai kapan diam?? Ambil nafas panjang, hembuskan panjang lebar biar luas. Pikir positifnya dan renungkan sejenak. ga perlu complicated banget, kalau perlu pergilah beli ice cream biar hati sejuk dan tenang setenang ice di kutub utara. tapi sehangat matahari pagi ..hatinya.
Kalau ini sudah kita dapatkan, pasti diam itu berakhir. Tetap tidak lupa untuk hal-hal positif di depan dan ke depan. Ga rugi kan. Ada waktunya kita dapatkan yang kita mau, dan ini bagian dari memperjuangkan yang kita mau.
Langganan:
Postingan (Atom)